Ilalang: Gorengan Lima Ratusan
Azan subuh berkumandang. Ilalang dan nenek yang sudah bangun sejak pukul tiga pagi segera mengambil air wudu untuk salat subuh berjamaah. Sementara itu, kakek sudah mempersiapkan diri untuk pergi ke masjid seperti biasanya. Nenek mengimami Ilalang dengan khusyuk dilanjutkan zikir pagi. Setelah berzikir dan berdoa, mereka kembali ke dapur untuk mengurus adonan yang belum selesai digoreng. Keseharian nenek bekerja sebagai penjual gorengan keliling, sedangkan kakek bekerja sebagai petani di lahan juragan kaya di kampung. Untuk mempersiapkan gorengan yang akan dijual, nenek harus bangun mulai jam tiga pagi dibantu Ilalang. “Nek, bagaimana kalau mulai hari ini Ilalang membantu nenek menjual gorengan di sekolah?” Tawar Ilalang kepada sang nenek. Ia tahu betul bagaimana kondisi ekonomi keluarganya. Hidup bertiga bersama orang paruh baya sementara ia sendiri masih harus sekolah merupakan hal yang tak mudah. Kadangkala, Ilalang berpikir untuk tidak melanjutkan sekolah dan bekerja saja. Te...