Posts

Showing posts from 2021

Pada Kemana, oy?!

Image
                      Gambar: Suara Jakarta Gemericik air mengalir deras dari sebuah kran. Kran itu berada di sudut kamar mandi yang sempit dan sedikit berke rak di beberapa sudutnya. Seorang gadis menadahkan air di kedua telapak tangannya dan mengusapkan ke muka. Dia berwudu, tampak dari gerakannya yang teratur dan mulutnya yang berkomat-kamit membaca niat. Malam itu, ia hendak ke masjid menunaikan salat isya' dan dilanjutkan tarawih. Ia mengambil mukena putih berkain bali yang agak kusut karena dipakai lima kali sehari. Ia mengucap kata 'sebentar' kepada neneknya yang telah menunggunya di teras rumah. Rumah mereka berpisah, namun dekat. Setiap hendak pergi salat tarawih, si nenek selalu menunggu cucunya untuk pergi bersama ke masjid. Sang gadis yang telah selesai bersiap-siap kemudian melangkahkan kaki ke dapur untuk mengajak ayah dan ibunya ke masjid. Namun sayangnya, mereka menolak. Terhitung sejak Ramadan jatuh di tahun kedua p...

Ilalang: Liburan ke Puncak

Image
  Gambar:  Sofia Clouds   Hari ini merupakan hari yang sungguh menggembirakan bagi Ilalang sekeluarga. Untuk pertamakalinya, ia berhasil meraih nilai ujian nasional tertinggi di sekolahnya. Sebelumnya ia hanya bisa mencapai peringkat dua di kelas—di bawah Santi. Kali ini, Santi bertukar posisi dengan Ilalang, namun Santi tidak iri dengan pencapaian sahabatnya. Malah, ia menyadari bahwa selama menjelang ujian nasional Ilalang belajar lebih rajin daripada dirinya. Karena prestasinya itulah, Ilalang mendapatkan honor ratusan ribu dari sekolah. Kegembiraannya tak bisa terbendung. Begitu sampai di rumah, ia langsung menghadiahkan uang itu kepada nenek. Namun sayangnya, nenek menolak dengan dalih bahwa sebaiknya uang itu ditabung saja untuk biaya Ilalang masuk SMP. Nenek sangat senang akan pencapaian Ilalang namun tidak pernah menginginkan uang itu, sebab uang itu adalah hak milik Ilalang. Akhirnya Ilalang pun menyimpan sendiri uang itu. Di sela-sela libur setelah ujian, ...

Ilalang: Cepat Sembuh, Kakek!

Image
  Gambar :  Ringkaskata Hari ini gorengan yang dijual Ilalang laris manis di sekolah. Selain karena gorengan nenek memang enak dan tidak berminyak, hal ini juga karena ibu kantin yang mengizinkan Ilalang untuk menitipkan gorengannya. Ilalang sangat bersyukur. Sepulang sekolah ia segera salat zuhur dan menyelesaikan PR-nya. Nenek masih berkeliling menjual gorengan dan mungkin dilanjutkan masak-mencuci di rumah Bu Asep. Nenek berpesan kepada Ilalang untuk mengantarkan makan dan minum ke sawah tempat kakek bekerja siang ini. Sehingga setelah PR-nya selesai, Ilalang membungkuskan nasi dan membawakan minum untuk kakek. Ilalang berjalan kaki ke tempat kakek dan bertemu beberapa petani yang juga bekerja di sana. Bu Paijem yang sudah mengenal Ilalang menyapanya ramah dan menginstruksi Ilalang untuk meletakkan bekal kakek di gubuk bersama makan siang petani lain. Kemudian ia menghampiri beberapa petani perempuan yang sedang menanam benih padi. Sedari awal, Ilalang sudah berinisia...

Ilalang: Gorengan Lima Ratusan

Image
  Azan subuh berkumandang. Ilalang dan nenek yang sudah bangun sejak pukul tiga pagi segera mengambil air wudu untuk salat subuh berjamaah. Sementara itu, kakek sudah mempersiapkan diri untuk pergi ke masjid seperti biasanya. Nenek mengimami Ilalang dengan khusyuk dilanjutkan zikir pagi. Setelah berzikir dan berdoa, mereka kembali ke dapur untuk mengurus adonan yang belum selesai digoreng. Keseharian nenek bekerja sebagai penjual gorengan keliling, sedangkan kakek bekerja sebagai petani di lahan juragan kaya di kampung. Untuk mempersiapkan gorengan yang akan dijual, nenek harus bangun mulai jam tiga pagi dibantu Ilalang. “Nek, bagaimana kalau mulai hari ini Ilalang membantu nenek menjual gorengan di sekolah?” Tawar Ilalang kepada sang nenek. Ia tahu betul bagaimana kondisi ekonomi keluarganya. Hidup bertiga bersama orang paruh baya sementara ia sendiri masih harus sekolah merupakan hal yang tak mudah. Kadangkala, Ilalang berpikir untuk tidak melanjutkan sekolah dan bekerja saja. Te...

Ilalang: Sebelum Aku Dilahirkan

Image
Cerpen ini merupakan segmen pertama dari series Ilalang. Pagi ini sangat indah dan cuacanya cerah. Seorang pria berbadan tinggi nan ramping   mengenakan dasi sambil bercermin. Ia meraih topi hitam bergambar burung garuda yang tergantung di almarinya. Kemudian ia mengambil telepon untuk menanyakan kondisi orang yang sangat disayanginya. Namanya Farhan, seorang pilot muda yang bekerja di salah satu maskapai penerbangan ternama di Indonesia. Ia memiliki seorang istri yang sedang mengandung tujuh bulan. Karena sedang bertugas untuk menerbangkan pesawat dari Jakarta menuju Jayapura, ia pun meninggalkan istrinya di rumah bersama keluarganya. Melalui telepon di pagi itu, ia mengabari sang istri bahwa ia akan segera menuju bandara untuk menerbangkan pesawat. Begitu sayang sang istri padanya, sampai-sampai ia menangisi keberangkatan suaminya itu. Farhan mengunci pintu hotelnya dan segera berangkat ke bandara menggunakan taksi. Setelah melewati beberapa prosedur yang ada di bandara, pesa...