Posts

Flower Talk

Image
Gambar :  Kompas.com Aku tertarik dengan sebuah talkshow yang menghadirkan perempuan seusiaku. Di malam itu, pria supel berlagak sebagai pembawa acara dan perempuan berhijab hitam sebagai narasumber. Terlihat sedikit sendu wajah perempuan itu. Mungkin dia lelah dengan dunia yang dihadapi pada siang hari sebelumnya. Aku mengernyitkan dahi ketika talkshow yang bertema kesehatan mental ini, berubah suasananya ketika sesi perempuan ini memasuki intinya. Yoga, sang pembawa acara bertanya kepadanya. "Annisa, benda apa yang menurut orang lain sepele, namun bagimu selalu tak ternilai?" "Bunga." Jeda kurang dari 3 detik wanita itu menjawab.  " Why?" " I don't even know the main reason, but.." ia berhenti sekejap sambil melihat ke bawah dan tampak berpikir. "..selama ini kalau dikasih bunga, aku tidak pernah menolak. Tapi aku belum pernah dikasih bunga," tukasnya. Tentu semua orang yang mendengarnya akan ber-hah? Termasuk Yoga. "Maksudny...

Ilalang: Ini Bakatku (Last)

Image
  Gambar:  99.co “Anak-anak, hari ini ada surat masuk di despo kepala sekolah. Isinya adalah mengenai Festival Lomba Seni Tingkat Kabupaten. Ada empat cabang lomba yang ditawarkan, yakni tari, menyanyi, melukis, dan akustik. Kira-kira dari kelas 8A ini ada yang berminat untuk ikut?” Ibu guru mengumumkan perihal lomba seni yang sebentar lagi diikuti oleh sekolah Ilalang. Nunuk mengangkat tangan dan bertanya, “Bu, apakah sebelum mengikuti perlombaan tersebut akan diseleksi terlebih dahulu?” “Tentu saja, sebab nanti pasti banyak yang akan ikut, nak,” jawab ibu guru. “Kamu sudah terbiasa menari, Nuk, kamu pasti mau ikut, kan?” Tanya ibu guru. “Em, baiklah, bu. Saya mendaftar untuk ikut,” jawab Nunuk bersemangat. Semua teman sekelasnya kagum mendengar keberanian Nunuk. “Baiklah, kalau begitu kamu cari teman sekelompok maksimal 5 orang untuk segera dipersiapkan. Dua minggu ke depan akan diadakan seleksi, jika kelompokmu menjadi penampil terbaik, maka kelompokmu pula yang aka...

Pada Kemana, oy?!

Image
                      Gambar: Suara Jakarta Gemericik air mengalir deras dari sebuah kran. Kran itu berada di sudut kamar mandi yang sempit dan sedikit berke rak di beberapa sudutnya. Seorang gadis menadahkan air di kedua telapak tangannya dan mengusapkan ke muka. Dia berwudu, tampak dari gerakannya yang teratur dan mulutnya yang berkomat-kamit membaca niat. Malam itu, ia hendak ke masjid menunaikan salat isya' dan dilanjutkan tarawih. Ia mengambil mukena putih berkain bali yang agak kusut karena dipakai lima kali sehari. Ia mengucap kata 'sebentar' kepada neneknya yang telah menunggunya di teras rumah. Rumah mereka berpisah, namun dekat. Setiap hendak pergi salat tarawih, si nenek selalu menunggu cucunya untuk pergi bersama ke masjid. Sang gadis yang telah selesai bersiap-siap kemudian melangkahkan kaki ke dapur untuk mengajak ayah dan ibunya ke masjid. Namun sayangnya, mereka menolak. Terhitung sejak Ramadan jatuh di tahun kedua p...

Ilalang: Liburan ke Puncak

Image
  Gambar:  Sofia Clouds   Hari ini merupakan hari yang sungguh menggembirakan bagi Ilalang sekeluarga. Untuk pertamakalinya, ia berhasil meraih nilai ujian nasional tertinggi di sekolahnya. Sebelumnya ia hanya bisa mencapai peringkat dua di kelas—di bawah Santi. Kali ini, Santi bertukar posisi dengan Ilalang, namun Santi tidak iri dengan pencapaian sahabatnya. Malah, ia menyadari bahwa selama menjelang ujian nasional Ilalang belajar lebih rajin daripada dirinya. Karena prestasinya itulah, Ilalang mendapatkan honor ratusan ribu dari sekolah. Kegembiraannya tak bisa terbendung. Begitu sampai di rumah, ia langsung menghadiahkan uang itu kepada nenek. Namun sayangnya, nenek menolak dengan dalih bahwa sebaiknya uang itu ditabung saja untuk biaya Ilalang masuk SMP. Nenek sangat senang akan pencapaian Ilalang namun tidak pernah menginginkan uang itu, sebab uang itu adalah hak milik Ilalang. Akhirnya Ilalang pun menyimpan sendiri uang itu. Di sela-sela libur setelah ujian, ...

Ilalang: Cepat Sembuh, Kakek!

Image
  Gambar :  Ringkaskata Hari ini gorengan yang dijual Ilalang laris manis di sekolah. Selain karena gorengan nenek memang enak dan tidak berminyak, hal ini juga karena ibu kantin yang mengizinkan Ilalang untuk menitipkan gorengannya. Ilalang sangat bersyukur. Sepulang sekolah ia segera salat zuhur dan menyelesaikan PR-nya. Nenek masih berkeliling menjual gorengan dan mungkin dilanjutkan masak-mencuci di rumah Bu Asep. Nenek berpesan kepada Ilalang untuk mengantarkan makan dan minum ke sawah tempat kakek bekerja siang ini. Sehingga setelah PR-nya selesai, Ilalang membungkuskan nasi dan membawakan minum untuk kakek. Ilalang berjalan kaki ke tempat kakek dan bertemu beberapa petani yang juga bekerja di sana. Bu Paijem yang sudah mengenal Ilalang menyapanya ramah dan menginstruksi Ilalang untuk meletakkan bekal kakek di gubuk bersama makan siang petani lain. Kemudian ia menghampiri beberapa petani perempuan yang sedang menanam benih padi. Sedari awal, Ilalang sudah berinisia...

Ilalang: Gorengan Lima Ratusan

Image
  Azan subuh berkumandang. Ilalang dan nenek yang sudah bangun sejak pukul tiga pagi segera mengambil air wudu untuk salat subuh berjamaah. Sementara itu, kakek sudah mempersiapkan diri untuk pergi ke masjid seperti biasanya. Nenek mengimami Ilalang dengan khusyuk dilanjutkan zikir pagi. Setelah berzikir dan berdoa, mereka kembali ke dapur untuk mengurus adonan yang belum selesai digoreng. Keseharian nenek bekerja sebagai penjual gorengan keliling, sedangkan kakek bekerja sebagai petani di lahan juragan kaya di kampung. Untuk mempersiapkan gorengan yang akan dijual, nenek harus bangun mulai jam tiga pagi dibantu Ilalang. “Nek, bagaimana kalau mulai hari ini Ilalang membantu nenek menjual gorengan di sekolah?” Tawar Ilalang kepada sang nenek. Ia tahu betul bagaimana kondisi ekonomi keluarganya. Hidup bertiga bersama orang paruh baya sementara ia sendiri masih harus sekolah merupakan hal yang tak mudah. Kadangkala, Ilalang berpikir untuk tidak melanjutkan sekolah dan bekerja saja. Te...

Ilalang: Sebelum Aku Dilahirkan

Image
Cerpen ini merupakan segmen pertama dari series Ilalang. Pagi ini sangat indah dan cuacanya cerah. Seorang pria berbadan tinggi nan ramping   mengenakan dasi sambil bercermin. Ia meraih topi hitam bergambar burung garuda yang tergantung di almarinya. Kemudian ia mengambil telepon untuk menanyakan kondisi orang yang sangat disayanginya. Namanya Farhan, seorang pilot muda yang bekerja di salah satu maskapai penerbangan ternama di Indonesia. Ia memiliki seorang istri yang sedang mengandung tujuh bulan. Karena sedang bertugas untuk menerbangkan pesawat dari Jakarta menuju Jayapura, ia pun meninggalkan istrinya di rumah bersama keluarganya. Melalui telepon di pagi itu, ia mengabari sang istri bahwa ia akan segera menuju bandara untuk menerbangkan pesawat. Begitu sayang sang istri padanya, sampai-sampai ia menangisi keberangkatan suaminya itu. Farhan mengunci pintu hotelnya dan segera berangkat ke bandara menggunakan taksi. Setelah melewati beberapa prosedur yang ada di bandara, pesa...

Sumpah Pemuda Kini Hanya Mitos?

Image
  Hari ini 28 Oktober, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda—salah satu hari libur nasional yang sangat bersejarah bagi kemerdekaan bangsa Indonesia. Karena sekarang masih masa pandemi, tidak ada acara luar rumah yang dilakukan oleh siswa/siswi. Yang ada hanya pasang status gambar tangan memegang bendera dengan tulisan: selamat Hari Sumpah Pemuda, semangat pemuda, atau kami dari xxx mengucapkan selamat Hari Sumpah Pemuda. Hal tersebut bagus dan oke-oke saja. Tapi sayangnya ada satu hal yang membuat hal tersebut menjadi buruk; hal tersebut muncul dari ingatan saya beberapa waktu sebelumnya. Cerita tentang kebrutalan pemuda yang tak sesuai dengan status yang mereka pajang di sosial media. Pagi hari sekitar pukul 6, saya bersiap pergi ke sekolah. Saya berangkat bersama bibi yang juga akan berangkat bekerja di sebuah pabrik rokok. Alhamdulillah saat itu cuaca cerah dan jalanan belum terlalu ramai. Sampai separuh perjalanan, saya melihat teman satu sekolah (sebut saja Dian) yang meng...

Naruto: Si Pirang yang Legendaris

Image
Uzumaki Naruto, seorang pria yang lahir di Konohagakure, Hi No Kuni (dalam bahasa Indonesia berarti Desa Konoha, Negara Api) pada tanggal 10 Oktober di tahun yang tidak diketahui. Sekarang ia menjabat sebagai hokage ke-7 di Desa Konoha. Ia merupakan mantan anggota tim 7 dibawah naungan Hatake Kakashi dan dua rekan lainnya: pasangan suami/istri Uchiha Sasuke dan Haruno Sakura. Naruto yang kerap dipanggil Nanadaime (dalam bahasa Indonesia disebut hokage ke-7) memperistri Hyuuga Hinata, putri keluarga utama dari Klan Hyuuga; serta memiliki dua orang anak bernama Uzumaki Boruto dan Uzumaki Himawari. Ia menjadi hokage menggantikan Hatake Kakashi—gurunya, dan menduduki jabatan yang setara dengan kage (secara harfiah berarti bayangan, orang terhormat yang menjabat sebagai pemimpin desa ninja) lainnya. Ini penampakannya saat memakai jubah hokage Gambar: Pinterest Setiap hari, Naruto bekerja di balik meja untuk mengurus bertumpuk-tumpuk dokumen yang berkaitan dengan politik; p...